Term of Refference (TOR)
Seleksi Muslimah Teladan Indonesia
Jaringan Muslimah (Jarmus) FSLDK
Sejauh ini upaya pencerdasan muslimah sebagai solusi dari semua permasalahan yang ada masih belum optimal. Belum ada sarana nyata yang mewadahi pengembangan potensi muslimah. Oleh karena itu diperlukan suatu metode atau cara baru untuk optimalisasi peran muslimah sebagai solusi problematika bangsa.
Mewacanakan sebuah kepribadian yang terintegrasi dalam diri seorang muslimah membuat ia menjadi sosok yang disegani dan diharapkan mampu menjadi bahan rujukan dan contoh bagi muslimah yang lainnya. Dalam mengahadapi prolematika bangsa ini, kami selaku panitia, mengklasifikasikan potensi seorang muslimah itu dapat dari sisi fikriyah, jasadiyah dan ruhiyah.
Fikriyah (Mind)
Dalam menilai kapasitas fikriyah para calon muslimah teladan ini, Jarmusnas FSLDK mewajibkan kepada seluruh peserta untuk membuat karya tulis ilmiah populer dengan tema ”Problematika Dakwah Muslimah di Indonesia dan Solusi Cerdasnya”.
Karya tulis ini dikirimkan sesuai dengan format yang telah dicantumkan dalam TOR karya tulis – bagi yang tidak mengirimkan akan dianggap gugur.
Karya tulis akan dipresentasikan pada hari Sabtu, 24 Januari 2008, dikirimkan melalui alamat yang telah dicantumkan (hard copy rangkap 3),dan soft copy diterima lewat email: muslimahteladanindonesia@yahoo.com.
Jasadiyah (Body)
Benteng takeshi (takeshi castle) menjadi salah satu rujukan panitia untuk membentuk miniatur lomba tersebut. Sehingga ketika mengikuti rangkaian lomba ini harus disiapkan fisik yang benar-benar prima.
(jadi harapannya akhwat yg nanti terpilih sbg MTI adalah sosok yang juga tidak memiliki hambatan mobilitas, siap berkarya dan komitmen terhadap amanah ini adalah bagian dari kontrak yang akan dijalni sampai satu tahun ke depan)
Ruhiyah (Soul)
Penilaian dari penyeleksian tahap kapasitas ruhiyah ini akan dilalui peserta melalui tes baca Al-Qur’an (Qiro’ati). Sedangkan keluasan wawasan peserta tentang tsaqofah islamiyah melalui lomba cerdas cermat berbasis olimpiade.
Dari seleksi tahap pertama di atas akan diambil lima besar peserta yang memperoleh nilai terbaik untuk selanjutnya dilakukan seleksi tahap kedua, berupa uji publik sebagai seorang mubalighoh. Peserta akan mendapatkan undian tema pada hari dilaksanakan uji publik dan diberi waktu 10 menit untuk menyampaikan pokok bahasan yang berkaitan dengan tema. Peserta akan mendapat nilai tambah jika mampu menyampaikan dengan menggunakan bahasa asing yang baik dan benar (Bahasa Arab atau Inggris). Dari seleksi ini akan didapatkan Juara Muslimah Teladan Indonesia dan Runner Up 1 dan 2.
Demikian penjelasan singkat dari kami sebagai gambaran rangkaian penyeleksian tingkat nasional muslimah teladan, semoga bermanfaat untuk antunna dan menjadi pemantik semangat untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki (ikhlas karena Allah SWT).
output MTI adalah sebagai konsultan tetap kemuslimahan nasional yg akan mengisi kolom2 kemuslimahan di berbagai sarana dan fasilitas yg dimiliki puskomnas, selain itu juga sebagai duta Jarmus FSLDK untuk menjalin jaringan eksternal dg institusi/ormas/atau badan kenegaraan yang berkaitan dg mahasiswa (dalam skala nasional/internasional)